Peran Aktif Muhammadiyah dalam Pembangunan Tahap Pertama Huntara Erupsi Semeru

Jan 30, 2022 Tak Berkategori

LAZISMUDEMAK.ORG | LUMAJANG – Proses pembangunan Hunian Sementara (Huntara) saat ini memulai babak baru. Jika sebelumnya masih berupa perencanaan dan penyiapan lahan oleh Pemerintah Daerah setempat, kini telah keluar Surat Keputusan (SK) No. 188.45/30/427.12/2022 dari Bupati Lumajang.

SK itu memutuskan tentang pembagian lokasi Huntara yang akan dibangun oleh para pemberi bantuan untuk para warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang ada di Kecamatan Candipuro pada tahap pertama. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menjadi bagian NGO yang berperan aktif dalam pembangunan Huntara ini.

Dalam SK tersebut diterangkan bahwa Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama 69 organisasi dan lembaga donor lainnya akan memberikan bantuan kepada warga terdampak atau korban awan panas dan guguran Gunung Semeru berupa pembangunan Huntara yang aman dan nyaman serta siap ditempati.

Pembangunan Huntara yang akan dilakukan oleh MDMC ini mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Lazismu. Menurut Priyo C. Sancoyo, Koordinator Tim Huntara MDMC Jawa Timur untuk korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang menyebutkan, SK penetapan area Huntara sudah turun. Jumlah Huntara yang akan dibangun oleh organisasi dan lembaga donor sebanyak 2.170 unit.

Sedangkan pada tahap pertama ini dibangun 590 unit Huntara. Muhammadiyah, pada tahap pertama ini akan membangun 40 unit dari 200 Huntara yang telah direncanakan. Priyo menambahkan, para penyintas yang akan mendapatkan bantuan Huntara dari Muhammadiyah berasal dari Dusun Kamar Kajang.

“Muhammadiyah mendapat lokasi di Blok E1 dan E2. Penyintas yang akan menempati huntara kita berasal dari Dusun Kamar Kajang,” tutur Prio sesuai rilis yang diterima muhammadiyah.or.id pada (30/1).

“Dalam program Huntara ini, OMOR (One Muhammadiyah One Response) kita wujudkan dengan keterlibatan tim Teknik Arsitek dan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Mereka akan terlibat di fasilitator lapangan dan tim teknis. Selanjutnya kita akan mengadakan pelatihan kepada kelompok penyintas yang akan menyediakan bahan baku batako di huntara mereka, bersama ahli batako setempat,” terang Priyo.

Terakhir, Priyo berharap agar Huntara ini bisa segera diwujudkan dan pembangunannya dapat berjalan dengan lancar.

“Semoga pembangunan tahap awal ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar pada tanggal 24 Januari 2022 ini. Kami hanya berharap apa yang dibutuhkan oleh para penyintas berupa hunian yang layak segera terwujud, dan donatur dan dermawan diridhai dan diberikan balasan dari Allah SWT,” harap Arsitek Spesialisasi Pasca Bencana Muhammadiyah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.