Category: Kabar Lazismu

Taat Regulasi Negara, LAZISMU Resmi Memulai Proses Audit Keuangan

JAKARTA — Sebagai bentuk transparansi dan dalam rangka mengemban amanah yang tertuang dalam Undang-undang Zakat No. 23 Tahun 2011, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali mengadakan audit laporan keuangan yang melibatkan Kantor Akuntan Publik (KAP). Dalam peluncurannya melalui acara yang bertajuk “Kick Off Meeting Audit Laporan Keuangan Lazismu 2021” yang dipandu oleh Ria Fitria Andriani selaku Manajer Keuangan dan HRD, Lazismu PP Muhammadiyah resmi menandai proses audit keuangan terhadap seluruh kantor-kantor Lazismu yang telah memenuhi syarat.

Acara tersebut berlangsung pada Rabu (18/05) dari Kantor Lazismu PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No.62, Jakarta Pusat dan diikuti secara daring oleh seluruh kantor wilayah Lazismu yang turut serta dalam audit kali ini. Audit Laporan Keuangan Lazismu 2021 rencananya akan diikuti oleh 11 kantor wilayah, 69 kantor daerah, dan 4 kantor layanan. Jumlah ini pun diperkirakan akan terus bertambah. Sementara itu, pelaksanaan audit akan berlangsung pada pertengahan bulan Mei hingga akhir Agustus tahun 2022.

Kick Off Meeting Audit Laporan Keuangan Lazismu 2021 resmi diluncurkan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin. Dalam sambutannya, Mahli menekankan bahwa prosedur audit ini harus diikuti oleh Lazismu berbagai tingkatan yang telah memenuhi persyaratan untuk menjalani audit. Hal ini karena Lazismu merupakan lembaga yang memegang amanah dalam mengelola keuangan publik.

“Sebagai lembaga keuangan yang memegang amanah yang tidak ringan, kita harus mengikuti prosedur. Alhamdulillah pada beberapa tahun terakhir kita sudah mendapatkan predikat yang kita inginkan yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” terang Mahli.

Mahli pun menjelaskan, pada tahun ini audit keuangan akan dilakukan dengan menggandeng KAP Abdul Hamid dan Rekan. Senada dengan Mahli, Rini selaku Koordinator Audit Lazismu menerangkan, alasan dipilihnya KAP Abdul Hamid dan Rekan adalah berdasarkan proses tender yang diikuti oleh tiga KAP dan hasil musyawarah Badan Pengurus Bidang Keuangan serta Badan Pengawas Lazismu PP Muhammadiyah.

“Berdasarkan proses tender yang diikuti oleh tiga KAP dan hasil musyawarah Badan Pengurus Keuangan dan Badan Pengawas dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, maka ditetapkan KAP Abdul Hamid dan Rekan sebagai KAP yang akan mengaudit laporan keuangan Lazismu 2021,” terang Rini.

Rini yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan Lazismu PP Muhammadiyah berpesan kepada kantor Lazismu peserta audit agar tertib dalam mengikuti proses audit keuangan ini. “Pelaksanaan audit sampai 31 Agustus itu maksudnya adalah tanggal 31 Agustus laporan sudah diterbitkan. Artinya, pekerjaan lapangan sampai Juli. Kita menjadwalkan berdasarkan urutan data laporan keuangan wilayah dan daerah yang sudah masuk ke pusat,” tegasnya.

Mewakili pihak auditor, Wilda Farah selaku Engagement Partner KAP Abdul Hamid dan Rekan mengingatkan bahwa pelaksanaan audit ini merupakan bagian dari tata kelola Lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti yang tercantum pada regulasi negara. Pihaknya pun selaku auditor akan menggali informasi tentang berbagai aktivitas keuangan yang dilakukan oleh Lazismu.

“Kalau kita lihat lagi UU No. 23 Tahun 2011 yang diturunkan menjadi PP No. 14 Tahun 2014, pengelolaan zakat sendiri dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengorganisasian yang kaitannya dengan aktivitas utamanya ada tiga, yaitu pengumpulan, pendistribusian, dan pemberdayaan. Jadi sebenarnya seputar dari aktivitas yang bapak ibu telah lakukan di Lazismu, tentunya kami nanti ingin mendapatkan informasi terkait dengan aktivitas tentang akuntabilitas, ke mana larinya dana ketika dana tersebut dikumpulkan, didistribusikan, dan diberdayakan, maka semuanya akan tersaji di dalam laporan keuangan,” ujar Wilda.

Wilda juga memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah, dalam hal ini Lazismu yang telah berhasil mengumpulkan seluruh data keuangan dari berbagai kantor yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai bentuk kesadaran pentingnya akuntabilitas Lazismu sebagai LAZ dengan kesiapan untuk menjalani proses audit.

“Muhammadiyah termasuk yang cukup terdepan untuk bisa mengumpulkan seluruh data dari wilayah, meskipun prosesnya bertahap. Mudah-mudahan nanti bisa bertambah lagi. Artinya termasuk juga gairah akuntabilitas, di Lazismu sendiri sudah mulai sadar bahwa akan ada satu proses yang sebetulnya harus kita selesaikan setelah mengumpulkan, mendistribusikan, dan memberdayakan, yaitu mempertanggung jawabkan. Salah satu bagian dari mempertanggung jawabkan yaitu siap untuk diaudit,” pungkas Wilda.

Lomba Musik Islami Lazismu Jawa Tengah

Ketentuan Umum Lomba Musik Islami

  1. Registrasi Pendaftaran Lomba melalui link formulir : https://docs.google.com/forms/d/1xIQT5O1a6LP8pRkmmpJYicpdAXOHfEZ4R1MFR5Ob_rw/edit
  2. Subscribe channel official  Lazismu Jateng https://www.youtube.com/results?search_query=lazismu+jawa+tengah (dibuktikan dengan screenshot dan dikirim ke email Lazismujateng@gmail.com
  3. Video diupload dalam Google Drive subject email: Lomba Musik Islami – (Judul) – (Asal) dan kirim ke alamat email : Lazismujateng@gmail.com
  4. Peserta Mengupload video singkat (cuplikan dari video yang dikirimkan) di instagram dengan (tag) instagram @lazismu_jateng
  5. Durasi 3-5 Menit
  6. Format video minimal HD 1280 x 720 px
  7. Kualitas gambar dan suara tidak blur dan jelas (diperbolehkan menggunakan smartphone)
  8. Video tidak mengandung materi yang dilindungi hak cipta milik pihak lain (rawan banned Youtube)
  9. Video yang diikutsertakan dalam lomba menjadi hak milik dan dipublikasikan secara eksklusif oleh akun medsos Lazismu Jawa Tengah.

Ketentuan Peserta

  1. Peserta adalah grup musik perwakilan Struktur Pimpinan/Majelis/Lembaga/Ortom tingkat Daerah/Cabang/Ranting Muhammadiyah se-Jawa Tengah
  2. Boleh mengirimkan lebih dari 1 grup musik dari tiap perwakilan
  3. Anggota grup musik minimal terdiri dari 3 orang
  4. Tiap grup musik hanya boleh mengirimkan 1 video
  5. Anggota wajib memainkan seperangkat alat musik tertentu (bukan acapella dan bukan karaoke)
  6. Pilihan lagu yang diikutsertakan mengandung pesan religi (judul dan genre bebas)

Kriteria Penilaian

  1. Penguasaan lagu/lirik, performance, ketepatan nada, kemampuan olah vocal, penampilan dan ketepatan waktu
  2. Kualitas video
  3. Jumlah like dan comment terbanyak di masing-masing video peserta lomba yang di upload di channel YouTube official  Lazismu Jateng (link akan di informasikan sejak hari pertama publikasi)

Timeline Kegiatan

  1. Pendaftaran Lomba dan Pengumpulan Materi 23 April 2022 – 23 Juni 2022
  2. Upload di channel YouTube official  Lazismu Jateng untuk publikasi 01 Juli 2022 – 07 Juli 2022
  3. Dukungan peserta, sekaligus Penilaian Dewan Juri 08 Juli 2022 – 08 Agustus 2022
  4. Pengumuman Lomba 11 Agustus 2022

ZISKA Ramadhan 1443 H Lazismu se-Jawa Tengah Lampaui Target, Tumbuh 65 Persen

DEMAKMU.COM | DEMAK – Penghimpunan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) yang dilakukan oleh Lazismu Jawa Tengah dengan tema, “Zakat Tumbuh Indonesia Tangguh” dengan berbagai programnya di tingkat pusat selama Ramadhan telah melampaui target dengan peningkatan sebesar 65% dibanding penghimpunan di tahun 2021.

Meningkatnya jumlah penghimpunan ZISKA ini tidak terlepas dari kerjasama semua pihak baik warga persyarikatan; masyarakat umum; MLO; AUM; serta kinerja seluruh amil Lazismu se Jawa Tengah dengan ghiroh yang luar biasa mulai dari penghimpunan hingga pada pentasyarufan program-program yang memeberikan kebermanfaatan bagi para penerima manfaat atau mustahik.

Berbagai upayapun dilakukan oleh seluruh amilin di Jawa Tengah, baik dari tingkat KL, daerah maupun Kantor Wilayah mulai dari Rapat Koordinasi; penentuan target; kerjasama antara MLO; AUM; dan berbagai unsur, pembuatan surat instruksi dan hal lainnya yang muaranya kepada tercapainya target yang telah ditetapkan bersama.

Ikhwanushoffa selaku Manajer Area Lazismu Jawa Tengah menuturkan, “Karena Allah semata yang berkenan mengijabahi ikhtiar dan do’a segenap pengelola Lazismu. Wabilhusus dihaturkan apresiasi dan selamat kepada seluruh Lazismu Daerah dan Kantor Layanan se-Jawa Tengah yang tak berhenti berinovasi, berazzam dan berdo’a.”

Sementara itu H. Dodok Sartono selaku Ketua Lazismu Jawa Tengah juga menyampaiakan, “Ucapan syukur pada Alloh SWT yang selalu membimbing seluruh Amil lazismu untuk selalu Istiqomah dan bekerja keras dan Alhamdulillah capaian lazismu di bulan Ramadhan 1443H melampau target dari target 31 Milyar tercapai 36 Milyar.”

“Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh amil Lazismu se-Jawa tengah di semua jenjang KL, Daerah, Jateng dan juga para pimpinan Muhammadiyah se Jateng yangg telah bekerja keras untuk menggerakkan ZIS di Jawa tengah,” ucap Dodok.

Insyaallah kerja keras rekan rekan semua dinilai ibadah oleh Allah Swt. dan juga dibalas dengan berlipat keberkahan umur dan rejekinya.

“Terimakasih juga kepada para donatur lazismu yg telah mempercayakan ZIS nya ke lazismu semoga dibalas berlipat oleh Allah dengan rejeki yg lebih baik dan bermanfaat. Kerjasama semua pihak untuk melakukan tindakan-tindakan terukur untuk mencapai target yang telah ditetapkan bersama,’’ pungkasnya.

Dodok juga menambahakan, “Sebagai wujud syukur kita mari selalu belajar dari pengalaman yg telah berlalu dan selalu memperbaiki diri untuk memantapkan diri sebagai amil lembaga zakat yang terpercaya, karena Allah semata yang berkenan mengijabahi ikhtiar dan do’a segenap pengelola Lazismu. Wabilhusus dihaturkan apresiasi dan selamat kepada seluruh Lazismu Daerah dan Kantor Layanan se-Jawa Tengah yang tak berhenti berinovasi, berazzam dan berdo’a.”

Dr. K.H Tafsir M.Ag. selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menuturkan, “Atas nama pribadi dan Ketua PWM Jateng menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen dan jajaran Muhammadiyah : pimpinan, anggota, dan simpatisan; ORTOM, AUM yang telah menyalurkan ZIS-nya lewat LAZISMU Jateng; sehingga pengumpulan ZIS dapat melebihi target yang direncanakan. Semoga Allah memberkahi, Jazakumullohu Khoiron. Aamiin.”

Lazismu Jawa Tengah berterimakasih atas kepercayaan masyarakat dan seluruh mitra yang sedemikian tingginya dalam menunaikan zakat, infaq shadaqah serta dana sosial Keagamaan lainnya. Kepercayaan yang terus meningkat ini membuat Lazismu Jawa Tengah semakian bersemangat menjalankan visi menjadi lembaga zakat terpercaya.

Distribusi Zakat untuk Korban Bencana, Bolehkah?

Perlu dibedakan terlebih dahulu antara penyaluran dana Infak dan Shadaqah dengan dana Zakat untuk korban bencana. Mengenai dana Infak dan Shadaqah yang disalurkan untuk korban bencana, tentunya tidak ada persoalan karena memang tidak ada dalil spesifik yang menentukan orang-orang atau golongan yang berhak menerimanya.

Lalu bagaimana dengan dana Zakat yang secara spesifik telah ditentukan, yaitu: fakir, miskin, amil, muallaf, memerdekakan hamba sahaya, membebaskan orang yang berhutang, pada jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan, sebagaimana firman-Nya: Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. [QS. at-Taubah (9): 60].

Ayat di atas memang tidak secara spesifik menyebutkan korban bencana sebagai salah satu yang berhak menerima dana Zakat. Namun demikian, melihat kondisi yang sedang dialami oleh korban bencana, tidak menutup kemungkinan mereka mendapatkan bagian dari dana Zakat dengan menganalogikannya sebagai golongan fakir dan miskin, dengan dua pertimbangan:

Pertama, korban bencana berada dalam kondisi sangat membutuhkan, sebagaimana pengertian fakir dan miskin menurut jumhur ulama adalah orang-orang yang dalam kondisi kekurangan dan membutuhkan.

Kedua, orang yang dalam kondisi kekurangan dan membutuhkan ini diperbolehkan untuk meminta-minta, sebagaimana sabda Nabi saw:

“Diriwayatkan dari Yahya bin Yahya dan Qutaibah bin Said, keduanya menceritakan dari Hammad bin Zaid. Yahya berkata: Hammad bin Zaid menceritakan pada kami dari Harun bin Riyab, Kinanah bin Nu’aim al-‘Adawiy dari Qobishah bin Muhariq al-Hilaly, ia berkata: Aku membawa beban berat, lalu mendatangi Rasulullah saw, lalu aku bertanya kepada Nabi saw tentangnya. Beliau menjawab: “Tinggallah kamu sampai shadaqah datang, lalu kami memberikannya padamu”. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Ya Qabishah, sesungguhnya tidak boleh meminta-minta kecuali untuk tiga orang; seseorang yang membawa beban berat, maka halal baginya meminta-minta sampai memperolehnya kemudian menghentikannya; seseorang yang tertimpa bencana yang menghancurkan hartanya, halal baginya meminta-minta sampai mendapat makanan untuk hidup dan tegak kembali; dan seseorang yang tertimpa kemiskinan sehingga tiga orang dari kaumnya membenarkan bahwa dia tertimpa kemiskinan, maka halal baginya meminta-minta sampai mendapat makanan untuk hidup dan tegak kembali.

Adapun meminta-minta di luar itu haram ya Qabishah, makan dari hasilnya pun haram.” [HR. Muslim].

Dari keterangan di atas, kiranya sudah dapat difahami bahwa penyaluran dana Zakat untuk korban bencana dibolehkan dengan ketentuan diambilkan dari bagian fakir miskin, atau boleh juga dari bagian orang yang berhutang (gharimin), karena dimungkinkan untuk memenuhi kebutuhannya, korban bencana harus berhutang. Dengan demikian bagian mustahiq yang lain tidak terabaikan, karena dapat disalurkan secara bersama-sama.

Bisakah Membayar Zakat dengan Kartu Kredit 

Kartu kredit ialah alat pembayaran dengan menggunakan kartu, di mana penerbit kartu tersebut memenuhi kewajiban pemegang kartu dalam pembayaran atas transaksi yang dilakukannya dengan pihak lain )penerima kartu yaitu penjual barang atau jasa( dan atau penarikan tunai, lalu setelah itu pemegang kartu melunasi hutangnya kepada penerbit kartu secara angsuran pada waktu yang disepakati. Kartu kredit banyak yang menggunakan sistem riba, yaitu memberlakukan ketentuan bunga bila pelunasan hutang kepada penerbit kartu lewat jatuh tempo pembayaran.

Adapun kartu kredit syariah adalah kartu yang berfungsi seperti kartu kredit, hanya saja hubungan hukum antara para pihak; yaitu penerbit kartu, pemegang kartu dan penerima kartu berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, akad yang digunakan adalah Kafalah (Penjaminan), Qardh (Penghutangan) dan Ijarah (Pengupahan).

Di dalam akad Kafalah, penerbit kartu bertindak sebagai kafil (penjamin) bagi pemegang kartu atas semua transaksi yang dilakukannya dengan penerima kartu. Atas dasar itu penerbit kartu berhak menerima ujrah kafalah (fee penjaminan). Di dalam akad Qardh, penerbit kartu bertindak sebagai muqridh (pemberi pinjaman) kepada pemegang kartu melalui penarikan tunai dari bank atau ATM bank penerbit kartu. Sementara di dalam akad Ijarah, penerbit kartu bertindak sebagai penyedia jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu. Oleh karenanya, penerbit kartu berhak memperolehi rusum al-‘udhwiyah (membership fee) dari pemegang kartu, dan berhak memperolehi ujrah tajir (merchant fee) dari penerima kartu (penjual barang dan jasa).

Dalil yang membenarkan akad Kafalah antara lain adalah:

“Penyeru-penyeru itu berkata: “Kami kehilangan piala Raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya”.” [QS. Yusuf (12): 72].

Hadis Nabi Muhammad saw:“Dari Salamah bin al-Akwa’ ra. [diriwayatkan] bahwa telah dihadapkan kepada Nabi saw. jenazah untuk dishalatkan. Nabi bertanya, ‘Apakah ia mempunyai hutang?’ Para sahabat menjawab, ‘Tidak’. Beliau segera menshalatkannya. Kemudian dihadapkan lagi jenazah lain, Nabi pun bertanya, ‘Apakah ia mempunyai hutang?’ Mereka menjawab, ‘Ya’. Rasulullah berkata, ‘Shalatkanlah sahabatmu itu’ (beliau sendiri tidak mau menshalatkannya). Lalu Abu Qatadah berkata, ‘Saya menjamin hutangnya wahai Rasulullah’. Maka Nabi pun menshalatkannya.” [HR. al-Bukhari].

Selain itu ada pula Hadis Nabi Muhammad saw: “Dari Abu Umamah [diriwayatkan] dari Nabi saw.: “Za’iim (penjamin) itu adalah ghaarim (orang yang menanggung utang).” [HR. Ahmad].

Adapun dalil yang membenarkan akad Qardh antara lain ialah:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya ... [QS. al-Baqarah (2): 282].

“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS. al-Baqarah (2): 280].

Sementara dalil yang membenarkan akad Ijarah antara lain ialah firman Allah:

“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Wahai bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.” [QS. al-Qashash (28): 26].

Penggunaan kartu kredit syariah dibatasi dengan ketentuan-ketentuan berikut: Pemegang kartu harus mempunyai kemampuan finansial melunasi hutangnya kepada penerbit kartu pada waktu yang telah ditentukan; Pemegang kartu tidak menggunakan kartunya untuk melakukan transaksi yang diharamkan oleh syariat Islam; Kartu kredit tidak mendorong pemegang kartu untuk melalukan pengeluaran yang berlebihan; Dan yang paling penting, tidak ada sistem bunga di dalam penerbitan kartu.

Oleh sebab itu, karena kartu kredit syariah berdasarkan prinsip-prinsip syariat Islam dan akad-akad yang digunakan berdasarkan dalil-dalil dari al-Quran dan hadis, maka para ulama membolehkan penggunaannya sebagai alat bayar untuk kemudahan, keamanan dan kenyamanan kaum Muslimin.

Jadi, hukum penggunaan kartu kredit syariat untuk melakukan transaksi yang sesuai dengan syariat Islam seperti jual beli, sewa-menyewa dan lainnya adalah halal. Oleh karena itu kartu kredit syariah ini juga halal untuk melakukan pembayaran zakat karena akad yang digunakan sama. Hanya saja perlu dipastikan bahwa harta pemegang kartu telah mencapai nishab (yaitu senilai 85 gram emas murni dan telah dimiliki selama haul (satu tahun hijriyyah), karena zakat harta itu wajib apabila telah mencapai nishab dan haul.

Perlu ditegaskan di sini bahwa membayar zakat secara tunai lebih afdhal/utama. Hal demikian itu karena membayar zakat secara ‘ayn (tunai) itulah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Beliau tidak pernah membayar zakat dengan dayn (hutang). Selain itu, dengan membayar zakat secara tunai bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dari penggunaan kartu kredit syariah, seperti beban biaya penggunaan kartu yang tinggi dan tidak mampu melunasi hutang kepada penerbit kartu.

WalLahu a’lam bish-shawab.

Lazismu, PDM, PDA dan Ortom Demak Bagikan 1.000 Takjil

LAZISMUDEMAK.ORG | DEMAK – Menjelang sepekan sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Lazismu,  Muhammadiyah, ‘Aisyiyah dan Ortom Demak membagikan seribu takjil kepada pengendara, tukang becak, pemulung, Ojol dan lain-lain di bundaran Kabupaten Demak dekat Masjid Raya Darussalam Demak, Jumat (22/4) petang.

Pembagian makanan berbuka puasa yang bertemakan ‘Berbagi 1.000 Takjil “Kokohkan diri, Tingkatkan Kepedulian, Raih Kemenangan”.

Ketua PDA (Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah) Demak Dra Hamdanah Ahmad mengatakan momen Ramadhan kali ini cukup berkesan lantaran bisa berbagi kepada masyarakat Demak. Takjil diberikan kepada sejumlah pengendara, jamaah masjid Darussalam, santriwan-santriwati pondok pesantren Darussalam, serta pengendara di depan RS Fatimah Sulhan PKU Muhammadiyah Demak di jalan Sultan Hadiwijaya no 13 Mangunjiwan Demak.

“Sengaja hari ini kami meluangkan waktu agar bisa membagikan takjil kepada masyarakat, apa yang kami berikan semoga menjadi berkah di bulan suci Ramadhan kali ini. Selamat menjalankan ibadah puasa semoga puasa kita diterima Allah, aamiin” ungkap Ali Murtadho Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Demak.

Optimalisasi Zakat untuk Tingkatkan Perekonomian Bangsa

LAZISMUDEMAK.ORG | PUSAT – Direktur Fundraising Lazismu Pusat Edi Muktiono menjelaskan bahwa potensi zakat dapat meningkatkan perekonomian bangsa. Edi mengatakan jika potensi zakat dimaksimalkan dengan baik, zakat dihimpun oleh seluruh lembaga zakat maka hasilnya akan maksimal.

“Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan,” ujar Edi Muktiono dalam webinar yang diselenggarakan oleh Lazismu Pusat bekerja sama dengan FEB Uhamka pada Ahad (17/4)

Edi menyampaikan cara pertama adalah memaksimalkan sosialisasi pentingnya zakat kepada masyarakat. Langkah kedua adalah memaksimalkan penghimpunan Zakat, Infak Wakaf melalui lembaga terpercaya.

“Berikutnya tentu masyarakat perlu diberikan kemudahan membayar ZISWAF dengan adanya digital fundraising,” ungkapnya.

Setelah itu, hal yang harus dilakukan adalah optimalisasi penyaluran dengan program yang kreatif dan memberdayakan masyarakat. Melalui konsep ini, kebermanfaatan zakat bisa dirasakan dalam waktu yang lebih panjang, sebab tidak hanya sekali diberikan dan habis.

“Saat ini kita tidak bicara lagi soal zakat diberikan langsung secara tunai, tetapi bisa diberikan dengan program yang bisa memberdayakan dan produktif,” kata Direktur Fundraising Lazismu Pusat.

“Contohnya zakat bisa disalurkan dalam bentuk pendampingan usaha, bukan hanya modal sehingga bisa mengubah status mustahik menjadi muzakki jika usahanya lancar,” lanjutnya.

Sedangkan, agar masyarakat terus membayar zakat, kami juga menyediakan layanan muzaki agar mereka merasa uang yang dikeluarkan untuk zakat benar-benar bermanfaat. Edi Muktiono berharap, keterbukaan informasi ini menjadikan trust muzaki dan masyarakat umum kepada LazisMu meningkat.

Dalam acara yang sama, Wakil Dekan IV Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka atau FEB UHAMKA Tohirin menyampaikan pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga terpercaya.

“Mari kita tunaikan melalui lembaga yang terpercaya dan diakui oleh Pemerintah seperti Lazismu,” ungkap Tohirin.

Dirinya menjelaskan masyarakat wajib membayar zakat jika sudah mencapai Nishab dan Haul selama dirinya memiliki penghasilan. Terkait dengan jenis zakat ini, kesadaran masyarakat Indonesia masih lemah. Sebab selama ini yang melekat di ingatan muslim Indonesia hanya zakat pertanian saja.

“Tujuan zakat adalah untuk menyucikan harta atau memberikan separuh hak orang lain yang ada di dalam harta kita,” Tutupnya.

Tingkatkan Sinergitas ! Lazismu Demak Audiensi Bersama Bupati Demak

LAZISMUDEMAK.ORG | DEMAK – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Demak melaksanakan Audiensi Dengan Bupati Demak dr.Hj Esti’anah, SE di Pendopo Kab.Demak , dalam pertemuan tersebut Lazismu Demak di wakili oleh Ruslan, S.Pd selaku dewan pengawas, Ahmad Gufron, S.Pd.I selaku Ketua Badan Pengurus ,dan Dwi Yulianto,SE selaku Direktur Lazismu Demak.

Dalam pertemuan tersebut banyak yang di bahas terutama dalam hal komitmen Lazismu Demak untuk membantu Pemerintah Kab.Demak dalam mengupayakan penekanan terhadap angka kemiskinan dan isu-isu yang lain terutama dalam hal Pendidikan ,Kesahatan dan Ekonomi .Lazismu Demak sebagai lembaga AMIL yang resmi dan teraudit setiap Tahunnya Berharap adanya sinergitas antara pemerintah Kab.Demak dengan Program-program yang di jalankan oleh Lazismu Demak agar terciptanya sebuah kerjasama yang pada akhirnya bisa di rasakan manfaatnya oleh Masyarakat luas khususnya di kabupaten Demak.

Kita sangat berharap dengan pengelolaan ZAKAT dan INFAQ secara profesiaonal , transparant ,dan tepat sasaran akan menjadikan dampak positif bagi perkembangan Masyarakat,seperti bantuan pendidikan setiap bulan yang di salurkan oleh lazismu demak seperti peduli guru dan beasiswa,ada Bantuan sembako bagi para dhuafa , program binaan UMKM ,Layanan Ambulance Gratis dan yang lainnya , ini bentuak komitmen Lazismu Demak dalam usaha mengoptimalkan bantuan ZAKAT,Infaq ,dan Shodaqoh dari para donatur sesuai dengan syariah , dan di jalankan secara profesional,akuntable ,dan transparan sebagai buktinya bahwa Lazismu Demak slalu mendapatkan predikat WTP dari tim auditor kantor akuntan publik.

Mari tebar kebaikan dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan bersama Lazismu melalui:
TRANSFER BANK
JATENG SYARI’AH
INFAQ :6073030616
ZAKAT:6073030602
a.n LAZISMU DEMAK

BANK BSI:
INFAQ : 7178297079
ZAKAT: 7178296765
a.n LAZISMU DEMAK

atau hub.Fundraising kami untuk layanan Jemput Donasi:
-085 865 022 464 (Agung Prasetyo )
-0857 2595 4783 (Azhar Labieb)
-0896 4338 5978 (Zeny Artatik)
Ayo ZAKAT, INFAQ, SHODAQOH!

Kerja Nyata Lazismu yang Manfaatnya Dirasakan Langsung Masyarakat

LAZISMUDEMAK.ORG | YOGYAKARTA—Pengurus Lazismu Pusat Andar Nubowo memaparkan peran nyata Lazismu dalam memberikan solusi cerdas terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya adalah Kapal Apung Said Tuhuleley. Kapal itu berfungsi sebagai klinik apung yang melayani secara cuma-cuma seluruh rakyat Maluku tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar-golongan hingga ke pulau terpencil.

Menurut Andar, Muhammadiyah tergerak melayani warga di daerah terpencil yang belum menikmati pelayanan kesehatan secara maksimal dari negara. Selain awak kapal, klinik apung dioperasikan oleh 3 dokter, 5 perawat, dan 1 apoteker.

“Sasaran utama klinik apung ini meliputi masyarakat miskin dan kurang mampu yang berada di kawasan pesisir dan pulau-pulau terpencil dan pulau-pulau yang belum memiliki fasilitas layanan kesehatan,” tutur Andar dalam dalam diskusi bertajuk Peran Filantropi Islam Dalam Membangun Perekonomian Bangsa yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada pada Rabu (13/04).

Selain Kapal Apung Said Tuhuleley, kerja-kerja kemanusiaan yang membanggakan lainnya dari Lazismu ialah memberikan akses listrik kepada orang-orang miskin. Program ini bekerjasama dengan LSM lokal dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wapres RI. Sinergi dijalin dalam rangka pemberian bantuan solar panel berkapasitas 100 Kwh, bagi warga miskin di Indonesia secara gratis.

“Kita bekerjasama dengan berbagai pihak seperti LSM lokal dan pihak pemerintah. Alhamdulilah program ini cukup baik dan dievaluasi secara independen dan saat ini diteruskan untuk program-program selanjutnya,” ujar Andar.

Hal lain yang patut dibanggakan dari program Lazismu adalah BankZiska atau bantuan keuangan dari dana zakat infaq-shodaqoh dan dana sosial keagamaan lainnya. Program ini lahir lantaran hampir setiap pasar dihuni oleh pedagang-pedagang tradisional dan pedagang lokal dengan kemampuan ekonomi yang rendah, menjamurnya pinjaman yang berbunga tinggi utamanya pada pasar, kampung pedesaan dan kawasan miskin kota. Selain itu, banyaknya pedagang dan UMKM yang terjerat Rentenir.

“Berawal dari keprihatinan merajalelanya sistem bunga yang mencekik masyarakat kecil, Lazismu terpanggil untuk memberikan solusi mereka. Berkembangnya praktek rentenir ini karena mudah dan cepat tanpa prosedur berbelit dan agunan,” tutur pria yang saat ini sedang menempuh studi doktor di Ecole Normale Supérieure (ENS), Lyon, Perancis ini.

Andar menerangkan bahwa BankZiska merupakan gerakan pemberdayaan UMKM melalui pemberian pinjaman tanpa bunga, tanpa biaya administrasi, tanpa biaya denda, tanpa biaya pinalti dan tanpa perlu jaminan. Namun sebelum memberikan pinjaman, syarat dan ketentuan harus terpenuhi seperti sedang terjerat atau berpotensi terjerat pinjaman dari rentenir atau pinjaman berbasis riba lainnya, anggota komunitas majelis taklim, jamaah masjid, jamaah perkumpulan masyarakat atau lainnya, dan memiliki kemampuan mengembalikan dana pinjaman.

“Setelah dapat uang pinjaman, BankZiska akan melakukan pendampingan dan pembinaan usaha, misal monitoring omset dan biaya dalam usahanya sampai usaha tersebut mampu mandiri dan tidak terjerat riba. Juga memberikan literasi tentang kewirausahaan, usaha berdasarkan syariah, pemasaran kepada para peminjam,”

Lazismu Jateng adakan Pendampingan Audit Lazismu Demak

LAZISMUDEMAK.ORG | DEMAK – Senin, 11 April 2022 di Kantor Lazismu Kabupaten Demak adalah hari pertama kunjungan Daerah sebagai bagian lebih lanjut dalam Pendampingan Audit Keuangan tahun buku 2021. Hal tersebut adalah Pendampingan Daerah Tahap I selama 2 pekan kedepan dengan jumlah dampingan sebanyak 8 Daerah.

Hadir dalam kegiatan Faris Shalahuddin Zakiy, S.E., M.E., Ak selaku  Koordinator Wilayah II Tim Pendamping Audit sekaligus Badan Pengawas, Ikhwanushoffa Manajer Area Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Robiatul Adawiyah, S.Akun selaku Anggota Tim Audit dan juga Divisi Sistem Pengawasan Internal (SPI) Eksekutif, Badan Pengurus, Badan Pengawas, Manajer Eksekutif dan Divisi Keuangan Lazismu Demak

Kegiatan berjalan dengan khidmad nan lancar, diawali diskusi dengan Badan Pengurus dan Badan Pengawas setempat, pendampingan berlanjut ke Laporan Keuangan (LK). Setelah LK dinyatakan sesuai Peryataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (PSAK-Syariah) dan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) beserta kelengkapannya maka dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Berkas Audit dan langsung dibawa ke Kanwil Lazismu Jateng.

Dwi Yulianto Mustikoaji, S.E. selaku Manager Lazismu Demak saat pendampingan  menuturkan “Dengan adanya Pendampingan Audit dari tim Badan Pengawas Lazismu Jawa Tengah untuk persiapan Audit 2021 dari tim Audit eksternal, diharapkan dapat membantu pembenahan persiapan audit di tingkat daerah/kabupaten sehingga nantinya memperoleh hasil yang memuaskan”.

Sementara Faris Shalahuddin Zakiy, S.E., M.E., Ak selaku  Koordinator Wilayah II Tim Pendamping Audit sekaligus Badan Pengawas juga   menuturkan “Pendampingan audit akan di lakukan kepada 36 entisitas lazismu di jawa tengah yang terdiri dari 35 lazismu kabupaten/kota dan 1 lazismu kantor wilayah jawa tengah. Pendampingan audit ini di harapkan mampu membantu merumuskan permasalahan yang ada untuk mewujudkan visi lazismu sebagai lembaga zakat terpercaya.

audit ini dilakukan untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan standart akuntansi keuangan. Dengan audit pula, nanti dampaknya adalah adanya kepercayaan dari masyarakat. Audit sangat penting bagi Lazismu ke depan, bersama Badan Pengawas juga untuk mengawasi kebijakan. Sehingga keberadaannya selalu dibutuhkan masyarakat, terutama dalam menjawab persoalan keummatan.

Audit dari tahun ke tahaun terus dilakukan Lazismu Lazismu Jawa Tengah sebagai wujud untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat, dan wujud pembenahan dalam mengelola Zakat Infak dan Sedekah.